Psikologi Trader

Psikologi Trading yang Harus Diwaspadai oleh Trader

Ada banyak orang yang melakukan transaksi hanya dengan berdasarkan emosi semata. Mereka sering buru-buru untuk exit trading padahal sebenarnya bisa hold lebih lama lagi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ada juga yang terkadang terlalu dalam untuk hold dan menjadikan mereka tidak mendapatkan nilai optimal lagi ketika menjualnya. Semua hal ini, sangat erat kaitannya dengan emosi mereka ketika melakukan transaksi atau dikenal dengan Psikologi Trading.

Padahal, pengendalian emosi juga sangat dibutuhkan dalam dunia trading. Oleh sebab itu, jika kamu merupakan tipe trader yang seringkali terbawa emosi, ada baiknya jika kamu mempelajari psikologi trading.

Baca juga: 10 Aplikasi Trading Forex Terbaik di Indonesia

Dalam psikologi trading, nantinya kamu bisa mengetahui jenis emosi apa saja yang sebaiknya kamu hindari dan jangan sampai menjadikannya bahan pertimbangan keputusan.

Nah, jika kamu berniat untuk mempelajarinya, berikut ini ada beberapa hal mendasar yakni emosi apa saja yang harus kamu waspadai ketika melakukan transaksi.

Psikologi Trading yang Harus Diwaspadai

Dalam psikologi trading, ada beberapa jenis emosi yang harus kamu waspadai ketika melakukan transaksi. Emosi berikut ini harus diwaspadai agar kamu tak sering boncos hanya gara-gara hal sepele.

Kamu tidak mau kan jika analisis yang telah dilakukan menjadi sia-sia lantaran hanya terbawa emosi? Nah jika tidak mau, silakan simak uraian berikut ini.

1. Fear

Emosi pertama yang harus diwaspadai oleh kamu ketika melakukan transaksi adalah fear atau ketakutan. Hal ini biasanya terjadi pada seorang trader yang masih awam atau masih newbie dalam dunia trading.

Biasanya, ketakutan akan menjadi penghambat utama ketika melakukan transaksi. Mereka biasanya sudah tidak memiliki kepercayaan diri, mudah khawatir, cemas, gelisah, dan mental sudah down duluan ketika akan menghadapi market.

✅✅👉 Baca Juga:  Cara Mengatasi Tidak Bisa Live di Instagram

2. Greed

Emosi kedua adalah greed atau keserakahan. Kalau yang tadi tidak percaya diri, yang sekarang karena mereka memiliki tingkat kepercayaan diri yang kelewat tinggi dan ingin memperoleh profit dalam waktu singkat.

Padahal, mereka tidak menyadari bahwa risiko yang akan didapatkannya juga semakin besar. Biasanya, rasa serakah ini akan muncul pada mereka yang sudah mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat.

Ciri khusus yang biasanya dimiliki oleh trader dengan emosi greed ini adalah mereka yang terus mengulangi transaksi tanpa menggunakan perencanaan dan juga memang sembarangan.

Baca juga: 5 Jenis Trader dalam Trading Forex

3. Hope

Harapan boleh, tapi jangan terlalu tinggi. Salah satu emosi yang bisa saja mengganggu trader adalah harapan yang terlalu tinggi. Memang, ingin mendapatkan keuntungan yang besar itu merupakan keinginan setiap orang.

Akan tetapi, kamu juga jangan sampai berharap berlebihan dan bahkan sampai pada impian tidak realistis di dalam dunia trading karena pergerakan saham di sini, memang seringkali tidak terduga.

Jadi, biasakan dirimu untuk tidak terlalu berharap tinggi dan tidak terlalu pasrah dan tidak berharap apa-apa. Bersikap seimbang saja.

4. Regret

Emosi selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah regret atau penyesalan. Emosi ini biasanya menguasai trader ketika mereka salah dalam mengambil keputusan dan juga tidak mengambil kesempatan ketika entry ataupun exit.

Biasanya, trader dengan emosi ini akan sering menyalahkan dirinya sendiri. Penyesalan ini, sebenarnya cukup berbahaya jika berlarut-larut lantaran bisa berkembang menjadi fear dan bahkan membuat mereka berhenti secara tiba-tiba. Itulah beberapa emosi yang perlu kamu waspadai ketika melakukan transaksi. Saran yang amat sederhana, kendalikan emosimu sebaik-baiknya.