Perbedaan Investasi Saham dan Trading Saham

Sejumlah Perbedaan Investasi Saham dan Trading Saham

Investasi saham dan trading saat ini memang menjadi salah satu metode keuangan yang nyatanya menghadirkan profit kepada seseorang. Meski penerapannya berjangka, kegiatan membeli dan menyimpan aset memang hasilnya sangatlah menjanjikan.

Meskipun selama ini keduanya memiliki tujuan yang cukup sama, tetapi investasi saham dalam pelaksanaannya memang berbeda dengan sistem trading saham. Namun keduanya tetap menghasilkan keuntungan jika dijalankan secara benar.

Baca juga: 10 Aplikasi Trading Forex Terbaik di Indonesia

Secara garis besar perbedaan keduanya adalah tentang jangka waktu. Pada kegiatan investasi, setiap pelaku memang harus fokus pada tempo jangka panjang. Sedangkan pada kegiatan trading pelaku memang hanya harus memikirkan transaksi jangka pendek.

Untuk lebih mendalami tentang perbedaan lain diantara keduanya, berikut ini penjelasan yang bisa kamu pahami.

Pelaku Investasi Saham adalah Investor

Investasi bisa di katakan sebagai tindakan akumulasi ketika menjalankan aset sehingga di masa depan akan memperoleh keuntungan. Jika disimpulkan, kegiatan investasi yaitu membeli saham, tetapi pelakunya akan menyimpannya dan kemudian dijual ketika harganya lebih tinggi.

Setiap investor sama sekali tidak memperdulikan tentang adanya penurunan harga. Karena mereka memiliki pemikiran jika pergerakan harga akan kembali naik di kemudian hari.

Strategi dalam menjalankannya yaitu melihat kualitas dan potensi saham yang sudah dibeli. Setiap perusahaan yang memiliki potensi bagus akan dibeli. Dan prinsip menyimpan investasi paling bagus yaitu lebih dari 1 tahun.

Baca juga: Rekomendasi 6 Broker Terbaik untuk Trader Indonesia

Setiap jenis investasi yang kebanyakan menjadi sasaran para investor yaitu investasi yang saat ini memiliki likuiditas rendah. Dengan menggunakan analisis fundamental maka pelaku akan semakin lebih mudah untuk mengidentifikasi peluang perusahaan di masa mendatang.

✅✅👉 Baca Juga:  10 Usaha yang Cocok Bagi Anak Muda Tanpa Modal

Resiko ketika menjalankan investasi hanya ada pada ada pihak yang akan membeli aset ketika nanti kamu menjualnya. Keuntungannya bisa diperoleh apabila sebagian aset bisa terjual dan sebagian lagi bisa digunakan untuk meningkatkan profit.

Pelaku Trading Saham adalah Trader

Trader menjadi salah satu orang yang selalu memanfaatkan perubahan harga demi mendapatkan profit atau keuntungan. Sedangkan banyak orang menyebutnya kegiatan itu sebagai salah satu kegiatan perdagangan.

Produk akan melakukan pembelian ketika saham dalam harga rendah, kemudian ketika harga sudah naik akan memutuskan untuk melakukan penjualan. Dari rentang waktu hanya beberapa menit hingga mingguan, treder akan mulai menghitung selisih keuntungannya.

Kegiatan trading bisa dilakukan dalam pasar obligasi maupun pasar saham. Frekuensi waktu yang yang harus digunakan yaitu itu tempo pendek. Dalam kegiatan trading faktor yang harus dipikirkan adalah tentang keuntungan dalam waktu yang singkat.

Baca juga: Strategi Trading Saham Agar Untung Terus

Strategi untuk mencapai keuntungan yaitu melihat situasi pasar ataupun adanya trend. Jika keadaan memang tidak normal, para trader memang harus berhenti untuk berdagang.

Dalam dunia trading setiap trader memang harus memiliki analisis teknikal. Sehingga pergerakan harga saham akan lebih mudah untuk diketahui. Pembelian saham pun juga tidak boleh sembarang, lihat lebih dahulu potensi kenaikan harga yang berlaku pada tempo singkat pada perusahaan tersebut.

Risiko yang seringkali dialami dalam dunia trading yaitu buruknya perusahaan. Jika kamu sudah membeli dan pada akhirnya harga jualnya turun, kamu memang harus bersiap untuk mengalami risiko bangkrut.

Dengan memahami perbedaan diatas, kamu akan semakin lebih mudah mengetahui memilih kegiatan apa di sistem perdagangan mata uang atau saham.

✅✅👉 Baca Juga:  Peluang Usaha Bagi Anak Muda dengan Modal Kecil yang Menjanjikan